Thursday, April 3, 2008

Oh...Darul Amanah ku

'Bangkit Darul Amanah
Tegak dan perkasa
Membawa cita-cita
Menegakkan agama
bersumberkan panji-panji mulya.....'

sepenggal lagu kenangan bersamamu Darul amanah, tempat aku di tempa, tempat aku mulai lebih mengenal nilai-nilai dan ajaran mulia

Thanks for you Darul Amanah, karena engkaulah aku menjadi manusia yang 'lebih' sehingga semoga terus istikomah bersama ilmu amaliah yang mulia itu

just pray to Allah, semoga Darul amanahku tetap jaya, terus membuka diri dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tanpa mengesampingkan penanaman dan pengamalan nilai-nilai Ilahiyah

Terus berbenah Darul Amanah ku, jangan terlena dengan pujian karena bisa jadi justru akan menjatuhkan dan jangan takut kritik, karena kritikan justru akan menguatkan

Bravo Darul Amanah ku

Wednesday, April 2, 2008

Membuat Virus Dalam Sekejap

Info & info lengkap : PC Media

Masih ingat dengan virus Aksika? Virus “open source” yang satu itu memang memiliki banyak sekali varian. Tidak heran karena source code-nya memang disedia kan bebas di Internet, jadi siapapun dapat dengan mudah mengubah dan meng-compile source code-nya dan jadilah varian baru.

Berawal dari kemudahan itulah, banyak virus maker ataupun programer pemula mencoba–coba untuk membuat virus tanpa perlu repot. Paling yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan seputar operating system dan programming.

Namun kemudahan itu belum seberapa, bila dibandingkan dengan menggunakan program Virus Generator. Dari namanya saja, kita sudah dapat mengira kegunaan dari program tersebut. Ya, Virus Generator merupakan program untuk dapat membuat virus secara mudah dan instan.

Bermula dari sampel sebuah virus yang lumayan banyak dikirimkan oleh pembaca kepada kami. PC Media Antivirus mengenalnya dengan nama Gen.FFE-Fajar, namun antivirus lain ada juga yang menyebutnya dengan nama Brontok.D. Dengan penyelidikan sederhana akhirnya diketahui bahwa virus tersebut dibuat menggunakan Virus Generator.

Fast Firus Engine (FFE) - DOWNLOAD
Pembuat Generator tersebut menamakan program buatannya itu dengan nama Fast Firus Engine. Seperti yang terlihat pada program ataupun situs pembuatnya, ia memberitahukan bahwa program ini hanya untuk tujuan pembelajaran dan tidak untuk tindakan merusak. Namun tetap saja, bila program ini sudah jatuh ke tangan yang salah, pasti akan digunakan untuk pengrusakan.

Virus Generator ini dibuat menggunakan bahasa Visual Basic dan di-compress menggunakan packer tELock. Dalam paketnya terdapat dua buah file, yakni Fast Firus Engine.exe dan data.ex_. Fast Firus Engine. exe merupakan program utama dalam pembuatan virusnya dan sementara file data.ex_ sebenarnya merupakan badan virus asli yang belum dimodifi kasi.


Saat file Fast Firus Engine.exe dijalankan, maka pengguna akan dihadapkan pada sebuah interface. Anda hanya disuruh mengisikan nama virus, nama pembuat, dan pesan-pesannya. Lalu dengan menekan tombol Generate, maka jadilah virus Anda.

Cara kerja dari Generator tersebut sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya menambahkan data yang Anda masukkan tadi ke bagian akhir file virus asli (data.ex_). Nantinya informasi tersebut digunakan oleh virus dalam proses infeksi.

Bagaimana Virus Menginfeksi?
Virus hasil ciptaan FFE memang terlihat sederhana. Sama seperti Generatornya, ia juga dibuat menggunakan bahasa Visual Basic yang di-compile dengan metode Native- Code. Lalu di compress menggunakan tELock agar ukurannya semakin kecil. Virus ini memiliki ukuran tubuh asli sebesar 55.296 bytes.

Saat virus kali pertama dieksekusi, ia akan membuat beberapa file induk di beberapa lokasi. Seperti di direktori \%WINDOWS%\, akan terdapat file dengan nama.exe, Win32 exe, activex.exe, dan %virusname% (nama virus sesuai yang diisikan oleh sang pembuatnya pada Generator). Di \%WINDOWS%\ %system32%\ akan terdapat file copy.pif, _default.pif, dan surif.bin. Selain itu, ia juga mengubah atau membuat file Oeminfo.ini yang merupakan bagian dari System Properties. Jadi apabila komputer Anda terinfeksi oleh virus hasil generate dari FFE, maka pada System Properties akan terdapat tulisan “Generated by Fast Firus Engine”.

Di direktori \%WINDOWS%\%System%\ akan terdapat beberapa file induk lagi yang menggunakan nama yang sama seperti file system milik Windows, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass.exe, smss.exe, svchost. exe, dan winlogon.exe.

Dan tak lupa, pada root drive pun akan terdapat file dengan nama “baca euy.txt” yang berisikan pesan–pesan dari si pembuat virus. Jadi pada saat membuat virus dengan menggunakan Generator tersebut, maka pembuatnya akan disuguhkan beberapa kotak input, seperti Author of the virus, Name of the virus, dan Messages. Nah, isi dari kotak messages ini yang nantinya ditampilkan pada file “baca euy.txt” tersebut.


Setelah virus berhasil meng-copy-kan file induknya ke dalam sistem tersebut, ia akan menjalankan file induk tadi, sehingga pada memory akan terdapat beberapa process virus, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass. exe, smss.exe, svchost.exe, dan winlogon.exe. Nama process yang mirip dengan process/services milik Windows tersebut mungkin sengaja untuk mengecoh user. Untuk membedakannya, Anda dapat melihat path atau lokasi process tersebut dijalankan. Process virus ini biasanya berjalan di direktori System sementara process/services milik Windows yang running biasanya berasal dari direktori System32.

Mengubah Registry
Virus ini menambahkan beberapa item startup pada registry agar pada saat memulai Windows ia dapat running secara otomatis atau untuk mengubah setting-an Windows agar sesuai keinginannya. Informasi mengenai registry yang diubahnya tidak akan dapat dengan mudah kita lihat karena dalam kondisi terenkripsi.

Yang ia ubah adalah seperti nilai dari item Userinit, yakni dengan menambahkan parameter ke file induk. Pada key HKEY_CURRENT_ USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows\Load juga akan diubah itemnya agar mengarah ke file induknya dengan nama Activex.exe. Pada HKEY_CURRENT_USER \Software\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru dengan nama present. Key HKEY_ LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru juga dengan nama Default dan %username%, username di sini merupakan nama user yang sedang aktif saat itu.

Virus hasil generate dari FFE juga mengubah shell extension untuk file .exe, yakni dengan mengubah type information dari Application menjadi File Folder. Setting-an folder Options juga diubah agar tidak menampilkan extension dan setiap fi le dengan attribut hidden. Dan agar dapat aktif pada safe-mode, ia pun mengubah nilai dari item SafeBoot.

Dengan menggunakan bantuan registry Image File Execution Options, virus ini juga menambahkan item baru pada section tersebut dengan nama cmd.exe, msconfi g.exe, regedit.exe, dan taskmgr.exe. Maksudnya adalah agar setiap user yang mengakses program dengan nama file seperti itu, maka akan di-bypass oleh Windows dan dialihkan ke file induk si virus.

Bagaimana Virus Menyebar?
Virus ini dapat menyebar melalui media penyimpan data seperti flash disk. Saat Anda mencolokkan flash disk pada komputer yang terinfeksi, maka pada flash disk tersebut akan terdapat beberapa file baru, seperti explorer.exe, %virusname%.exe, dan msvbvm60.dll. Juga beberapa file pendukung seperti desktop.ini, autorun.inf agar ia dapat running otomatis pada saat mengakses flash disk tersebut.

File virus lainnya pun disimpan pada direktori baru di flash disk tersebut dengan nama Recycled yang berisikan file Firus.pif dan Folder.htt. Kesemua file virus tersebut dalam kondisi hidden sehingga tidak terlihat.

Virus Beraksi
Untuk dapat bertahan hidup, virus ini pun akan mencoba untuk memblok setiap program yang tidak ia inginkan seperti tools atau program antivirus termasuk PCMAV. Sama seperti halnya data registry yang diubah, data mengenai program apa saja yang diblok olehnya juga terdapat dalam tubuhnya dalam kondisi terenkripsi.

Jadi, saat virus sudah stay di memory, ia akan memonitor setiap program yang diakses oleh user, yakni dengan membaca nama file dan juga caption Window. Beberapa nama file antivirus yang dicoba untuk dibloknya adalah nav.exe, avgcc.exe, njeeves.exe, ccapps.exe, ccapp.exe, kav.exe, nvcoas.exe, avp32.exe, dan masih banyak lagi yang lainnya. Termasuk beberapa program setup atau installer juga tidak dapat dijalankan pada komputer terinfeksi.

Arief Prabowo

Matematika Untuk bayi

Kiat Mengajarkan Matematika Kepada Bayi Berusia O - 1 Tahun
Bersamaan mulai berfungsinya mata seorang bayi dengan normal, sekaligus melihat fisik sekitarnya, proses pengajaran matematika sesungguhnya sedang berlangsung. Karena apa yang dilihatnya jelas berkaitan "batasan-batasan benda", yang gilirannya pada "ukuran" dan "satuan".

Kemudian diperkuat sikap bermanja sang ibu dengan memperlihatkan benda-benda ke hadapannya, sebagaimana dalam usaha membuat si bayi beraksi.

Namun mengingat pamor matematika cenderung untuk konsumsi usia sekolah, sehingga apa yang dilakukan mereka itu seakan-akan tidak berkaitan dengan matematika.

Akibatnya mereka tidak serius, dalam arti, bila ada kesempatan saja. Apalagi adanya predikat "jelimet", "komplek", dan "susah" yang dilekatkan pada tubuh matematika, tentu semakin membuat ibu tidak memprioritaskannya dalam jadwal pengasuhan.

Bila seorang ibu sudah bisa menerima perilakunya seperti itu sebagai proses pengajaran matematika juga, tentu akan semakin terangsang memberikan input kepada bayinya.

Sekarang tinggal pada metode, bagaimana urutan prioritasnya ? Jangan sampai yang lambat dicerna didulukan ketimbang yang cepat ditangkap, karena itu namanya meloncat.

Nah ... berikut ini akan disampaikan beberapa kiatnya (kita batasi pada aritmatika : salah satu cabang dari Matematika) "MEMPERLIHATKAN BOLA"

Perlihatkanlah sejumlah bola dengan beberapa kali pindah posisi, yang berwarna gelap dan berbahan sama. Diameternya lima ukuran saja dulu, 1 cm s/d 5 cm, yang rasanya standar dengan daya penglihatannya. Bukankah puting susu dan daerah hitam pada payudara, yang umumnya sering dilihat bayi ketika mulai menyusu, sekitar itu juga ?

Penampilan awalnya hendaknya berurutan dengan selisih waktu yang cukup. Tampilan acak dilakukan bila bayi sudah akrab. Pada waktunya timbul kesan adanya perbedaan dan persamaan, yakni ketika semuanya diperlihatkan, serta membandingkan besar kecilnya. Dipilih lingkaran mengingat kesempurnaan, kesederhanaan, dan keteraturannya, meskipun diproyeksikan ke bidang, sifat yang tidak dimiliki bangun lainnya.

Satu ukuran yang warnanya berlainan pun boleh, asal tajam serta sudah populer pada diri manusia sepanjang hidupnya. Hitam, hijau, merah, biru, dan kuning, misalkan. Mana sajalah dulu yang dipakai. Substansinya hampir sama juga, hanya jenisnya lain. Ketika tahap sekaligus, pengertian lainnya muncul pada bayi, tepatnya kaitan warna, ukuran, dan satuan melalui penggabungan dua macam input monumental yang sudah dikuasainya.

Pakailah lima bola berdiameter sama serta bisa digenggam. Sebanyak lima kali diperlihatkan, yang masing-masing diambil satu, ..., dan lima. Ini untuk pengurangan. Sebaliknya penjumlahan dengan menambahkan satu, ..., sampai empat pada bola yang tergenggam. Mengingat cirikhas pada setiap jumlah bola yang sering dilihatnya, bayi pun akan melihat kejanggalannya ketika dikurangi atau ditambah. Intersan serupa yang muncul sebentar-sebentar membuatnya semakin memahami hakikat "bertambah" dan "berkurang", yang ditandai perubahan luas kelompok. Apalagi pada peragaan bola yang diameter dan warnanya beragam. Pemahamannya tidak lagi terikat dengan ukuran, tetapi pada jumlah bola yang tampak.

Adanya perasaan "terpisah bila sendiri" dan "bersama saat digendong", yang sudah muncul sebelumnya, sedikit-banyak ikut mempercepat pemahaman tersebut. Bila sudah maksimal barulah bangun lain dilibatkan yang kerumitannya setingkat di atas bola, yaitu kubus, mengingat ketiga sifat bola tersebut masih terkandung juga di dalamnya. Proses pengajarannya sama. Hanya waktunya semakin pendek karena formulanya sudah terjaring pada otak bayi dalam pengajaran bola. Tinggal mengaplikasikanya pada kubus. Bak mudahnya siswa SD menjawab "2 mangga + 3 mangga" di rumah hanya karena sudah memahami hakikat "4 permen + 1 permen" di sekolah. Bisa diteruskan dengan menampilkan keduanya, kotak dan bola, dalam setiap peragaan. Ukuran dan warna tidak perlu dipersoalkan lagi, karena yang dibahas terbatas pada Aritmatika. Masalah jumlah sebaiknya tidak beranjak dari lima, agar semakin memperkuat basis intelektualnya. Toh nanti akan terangsang untuk mempertanyakan objek dengan jumlah berikutnya.

Akhirnya bayi akan benar-benar menganggap "gabungan" dan "pisahan" bisa dilakukan dengan benda apa saja. Terutama setelah bangun-bangun lainnya diperagakan. Pengertiannya tidak akan terpaku pada seragam atau beragam. Yang penting tampak langsung. Misalkan, setelah melihat dua bola dan tiga kotak di meja, yang penyimpanannya dengan tenggang waktu beberapa detik, ia pun mengerti adanya lima buah benda. Tentu saja dalam setiap pengajaran diselingi dengan mengajak bayi melihat benda-benda yang mudah diinderainya di berbagai ruang di rumah. Selesai memperagakan "dua bola", misalnya, bisa dilanjutkan dengan memperlihatkan kedua mata kita. Pokoknya yang sepadan serta sering tampak.

Tiada lain untuk membentuk karakter "pengasosiasian", sehingga terasalah, apa yang diajarkan terhubungkan dengan apa yang dilihatnya. Terang saja bila dua lemari yang diperlihatkan akan susah, karena matanya belum sanggup dipakai untuk melihatnya sekaligus. Bisa-bisa ia memandangnya sebagai satu benda saja. Berarti tidak nyambung. Dua kaki pun sama, mengingat jarang tampak, sehingga kurang ampuh untuk memperkokoh pengertian. Lagi pula jarang orangtua memperlihatkan kakinya. Terlihat oleh bayi pun mungkin tidak. "MENYERTAI KEHIDUPAN BAYI"

Jadi pengajaran ini dimaksudkan untuk menyertai kehidupan bayi sehari-hari, khususnya dalam memandang benda-benda, serta merangsangnya menghubungkan satu sama lain. Bayi yang sudah sering melihat payudara ibunya, maka dengan peragaan "dua bola" dan "tiga kotak", masing-masing segera terbayang olehnya akan "persamaan" atau "perbedaan" intuisinya. Sebaliknya bila tidak, bayangan itu memang akan muncul juga. Tetapi tidak akan secepat itu. Persis dengan dua WNI yang ber-IQ sama disuruh mengumpulkan sejumlah kata dengan awalan huruf tertentu. Apakah sama cepat bila salah satunya menggunakan kamus ? Tidak toh ! Ingat ! Kemampuan menyerap pengajaran matematika pada siswa kelas I SD tidak hanya tergantung tingkat kecerdasan, juga pengalaman era pra sekolah berupa frekwensi pengamatan objek- objek melalui peragaan seperti contoh di atas di samping langsung terhadap objek-objek sekitarnya.

Tidak heranlah bila banyak ilmuwan berkata bahwa banyaknya memori semacam itu terpatri pada bayi akan mempengaruhi daya : kreatif, kritis, atau aktifnya kelak. Terlebih otak saat itu sangat ampuh untuk merekam. Sesungguhnya "masih bayi" tidak tepat dijadikan alasan untuk menangguhkannya. Mendingan alasan "takut salah". Tetapi terakhir ini perlu ditindaklanjuti dengan mencari metodenya. Bila diam saja itu namanya nrimo ! "BERAKOMODASI DENGAN FISIK/MENTAL BAYI" Hanya sebagai konsekwensi fisik/mental bayi masih rawan, caranya harus serba telaten. Dengan kata lain, sesuai dengan karakteristik khasnya. Bagaimana memanjakan dan mencermati dalam memandikan, membobokan, dan menyusui demikian juga hendaknya dengan pengajaran matematika.

Jangan coba-coba berpedoman pada sistim untuk anak usia sekolah. Metode TK pun belum saatnya dipakai. Pokoknya sesuaikan saja dengan dunianya pada usia tersebut. Waktunya harus tepat, ketika badannya sedang bugar dan wajahnya sedang ceria. Syukur-syukur kamar pun tenang dan adem. Jangan sampai alat peragaannya menimpa badan, apalagi mukanya, karena dikhawatirkan menimbulkan trauma, yang gilirannya bersikap kapok. Taroklah terjadi juga. Pertimbangkanlah mencari alternatif sepadan. Misalkan warnanya diganti. Bila bayi tiba-tiba rewel segera hentikan. Ikuti dulu kemauannya. Apakah mau digendong, tidur, atau menyusu ? Bisa juga karena popoknya kurang memuaskan atau terkena kencing. Pokoknya kita harus mempunyai kira-kira, kapan si bayi dalam kondisi prima dan gembira. Untuk itu pribadi khasnya harus dipahami pada berbagai suasana. "MEMPERDENGARKAN ANGKA" Sebutan angka, satu, dua, dan seterusnya,cukup diperdengarkan secara berurutan, pelan, dan bernada. Tanpa itu akan memberi kesan heboh, kaku, dan marah, yang bisa membuatnya terkejut dan menangis, sehingga tidak termakan sedikit pun.

Mengingat pendengaran bayi sudah berfungsi ketika masih dalam rahim, berarti itu bisa dilakukan sejak lahir. Memang mulanya tidak akan mengerti juga. Tetapi karena sering didengar, akan irama verbal akan terekam juga. Berarti kelak semakin mudahlah bayi mengucapkannya ketika sudah bisa berbicara. Tinggal nanti mengaplikasikannya ke sejumlah benda yang terkait, sehingga ia pun akan mengerti, apa yang dimaksud dengan masing- masing. Proses pengajaran ini bisa dilakukan setelah usianya setahun. Semua itu akan memberikan kredit point terhadap wawasan intelektual. Substansinya tidak bisa dianggap kecil. Demikian juga terhadap kemampuannya bergulat seputar matematika di bangku sekolah. Sering kita lihat beberapa mainan/makanan kesukaan bayi berusia dua tahun diambil saudaranya secara diam-diam. Reaksinya beragam, "saat itu juga", "beberapa detik kemudian", atau "tidak sama sekali". Ini mengindikasikan daya hitungnya yang berlainan, terlepas pelit-sosial, takut-berani, dan cuek-pedulinya. Celakanya bila sampai dilakukan orang luar, sementara harganya mahal dan nilainya tinggi. Jadi sesungguhnya dengan pendidikan sejak lahir itu akan memperbesar "daya kritis" di kemudian hari, khususnya sikap tanggap terhadap perubahan hak miliknya. "MILYARAN NEURON BAYI"

Sejak lahir otak manusia yang terdiri dari milyaran neuron itu sudah siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena yang datang dari kehidupannya sehari-hari. Jadi tiada alasan untuk memisahkan bayi dengan matematika sampai usia sekolah, mengingat keduanya sudah berintegrasi otomatis sejak dini. Walaupun sifatnya "autodidak", berdasarkan pengideraan sehari- hari, namun dasar-dasar pengajaran matematika sudah diperolehnya, yakni yang berlangsung secara alamiah. Warna iramanya perlu dikenali sebagai referensi. Kemudian dikembangkan dengan memperkenalkan materi pengajaran yang kira- kira akan membuat si bayi merasakan adanya sambungan memori.

Taroklah bayi sudah sering melihat benda berjumlah "satu", "dua", dan "tiga". Bukan berarti materi selanjutnya dengan lambang bilangan "empat", karena akan bengong, tetapi dengan memperlihatkan benda yang jumlahnya "empat", agar perbendaharaan memorinya semakin banyak. Tanpa memperhitungkan irama, itu ibarat seorang guru TK yang menyanyikan sejumlah lagu, tetapi masing-masing hanya pada bait pertama, dengan alasan, bisa dilanjutkan di rumah. Nah ... bagaimana pun setiap muridnya akan merasa kurang sreg atau belum lengkap. Perasaan kecewa seperti inilah membawa mereka malas mendengarkan, apalagi mengikutinya. "PENUTUP" Akhirnya berpulang pada antusias mereka yang berkompeten untuk merintis sampai mengwujudkannya sebagai budaya pendidikan segmen matematika di kalangan bayi baru lahir. Maka seyogyanya dipikirkan sejak dini. (Nasrullah, bidang studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi)
Nasrullah Idris
Jl H Samsudin No 1
Bandung 40252
Indonesia

Membuat Terjemahan blog ke berbagai bahasa secara otomatis

Bagi anda yang mempunyai Blog berbahasa Inggris dan ingin content blog anda diterjemahkan secara otomatis kedalam berbagai bahasa : Jepang, Korea, Spanyol, Perancis, Arab, Jerman, Italia, Portugis dan China, Berikut adalah cara membuatnya :

Copy code dalam tabel di bawah lalu tempatkan kode tersebut di lay aout web sesuai selera anda.

Bagi pemilik Blogger :
1. Sign in ke blogger dan masuk ke dashboard
2. Klik : Template-> Page Elements-> Add a “Page Element” -> dan Pilih “HTML/JavaScript"
3.Copy Code HTML tersebut, Klik simpan... Selesai

Untuk menerjemahkan blog inggris anda ke bahasa salah satu negara di atas anda tinggal mengklik bendera dari negara tersebut.
Sebagai contohnya silahkan Klik di sini untuk melihat hasilnya.


Note : dari kode yang ada di tabel dibawah :
1. Ganti http://Wahyoku.blogspot.com (Warna merah) dengan alamat blogmu.
2. Untuk merubah ukuran Bendera rubah angka 20(Tinggi) dan 30 (Lebar) ke angka sesuai keinginan anda
"
























































































































"

sumber :"http://wahyoku.blogspot.com/2008/03/membuat-terjemahan-blog-ke-berbagai.html"

Tuesday, April 1, 2008

Meningkatkan Posisi Website Pada Search Engine

Melakukan Pendaftaran (submission)
Bagaimana melakukan pendaftaran ?
Gampang, Anda tinggal mengisi form pendaftaran URL yang disediakan masing-masing search engine. Misalnya untuk Google, form pendaftarannya ada di http://www.google.com/addurl.html. Setelah itu tunggu beberapa minggu dan lakukan pengecekan apakah website Anda sudah terlisting atau tidak. Caranya, masuk ke situs search engine yang bersangkutan kemudian ketikkan domain Anda sebagai kata kunci, misalnya ilmukomputer.com. Jika URL Anda muncul pada hasil pencarian (search result), berarti website Anda sudah terdaftar.

Bagaimana jika tidak muncul ? Ada dua kemungkinan penyebab. Pertama, karena crawler search engine memang belum sempat berkunjung dan membaca isi (content) dari web Anda. Kedua, crawler sudah berkunjung namun tidak dapat membaca content karena sesuatu hal, misalnya pada saat web server Anda down atau kelebihan traffic. Pada kasus kedua, search engine biasanya akan berusaha membaca ulang URL tersebut dalam jangka waktu tertentu, namun cara terbaik adalah melakukan pendaftaran ulang apabila website Anda sudah benar-benar siap.

Sekarang kita asumsikan pendaftaran website Anda sudah berhasil, apakah itu sudah cukup ? Tentu saja tidak, Anda perlu melakukan pengujian berikutnya. Coba ketikkan keyword atau frase umum yang berhubungan dengan isi website. Misalnya jika website Anda menawarkan produk furniture khas Indonesia, cobalah cari dengan kata kunci "furniture indonesia" misalnya. Jika website Anda muncul di halaman pertama atau kedua, itu sudah bagus. Namun jika website Anda muncul di halaman-halaman belakang, janganlah berharap traffic terlalu banyak. Sangat kecil kemungkinan visitor akan dapat menemukan URL Anda. Mau tidak mau, website Anda harus berjuang memperebutkan posisi 20 besar dari ratusan bahkan jutaan website pesaing.

Teknik Optimalisasi Search Engine Dalam bahasa Inggris disebut Search Engine Optimization (SEO), adalah cara yang harus ditempuh apabila website Anda tidak berhasil menduduki posisi 20 besar untuk keyword yang diharapkan. Ada dua faktor utama yang harus diperhatikan pada proses SEO, yaitu :
• Faktor Internal (berhubungan dengan penulisan content website dan HTML)
• Faktor Eksternal (berhubungan dengan link popularity)

1. Faktor Internal
Dalam menentukan rangking, search engine sangat memperhatikan content website sebagai salah satu acuan untuk menentukan tingkat relevansi. Halaman web yang yang desainnya full image, hanya terdiri atas gambar dan flash serta tidak menyertakan teks biasa, sangat sulit dibaca oleh search engine. Walaupun Google saat ini sudah mulai menerapkan teknologi AI (Artificial Intelegence), tetap saja belum bisa membaca makna dari sebuah gambar. Maka dari itu content berupa teks murni wajib dipakai agar website Anda mudah dilisting.

Dalam menyusun content teks, usahakan agar kata kunci atau keyword yang Anda harapkan terpakai pada kalimat-kalimat dalam teks tersebut. Anggap saja keyword tersebut merupakan topik utama. Dan jika Anda punya sedikit pengetahuan tentang HTML, tempatkan keyword pada tag dan pada attribut ALT dalam tag . Penggunaan keyword yang dimaksud disini adalah penggunaan dalam batas yang wajar dengan catatan kalimat masih enak untuk dibaca. Bagaimana menentukan keyword yang tepat untuk website Anda ? Bagaimana kita bisa mengetahui sebuah keyword yang banyak dicari orang ? Jika Anda mengoptimalkan website untuk keyword salah bisa berakibat fatal. Meskipun website Anda berada di posisi paling atas pada halaman pertama, tetap saja tidak berguna sebab keyword yang Anda optimalkan tidak pernah dicari orang. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini dengan menggunakan alat bantu seperti yang disediakan WordTracker.com.

WordTracker.com memiliki database keyword-keyword populer berdasarkan data dari beberapa search engine utama. Anda tinggal mengetikkan topik dari content website Anda, dan dalam beberapa saat WordTracker bisa memberikan keyword-keyword yang berhubungan dengan topik tersebut. Sebagai contoh, penulis memasukkan kata MP3 dan WordTracker bisa memberikan alternatif keyword seperti ini :
- mp3
- free mp3 downloads
- free mp3
- free mp3 music download
- mp3 downloads
- mp3 players
- mp3 midi
- free mp3 music
- free mp3s
- mp3 player
...

Layanan dari WordTracker ini memang tidak disediakan gratis, namun Anda bisa memanfaatkan Trial-nya. Faktor lain yang perlu Anda perhatikan adalah jangan sampai ada broken link atau javascript error pada website Anda. Faktor ini juga akan menjadi pertimbangan search engine untuk menentukan rangking.

2. Faktor Eksternal
Seperti yang penulis jelaskan sebelumnya, faktor internal lebih berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam sebuah website. Faktor internal sangat mudah dimanipulasi, sehingga search engine tidak mungkin menggunakannya 100% sebagai acuan untuk menghasilkan hasil pencarian yang berkualitas. Manipulasi yang dimaksud adalah spamming, seperti penulisan content menggunakan keyword yang diulang-ulang secara berlebihan, penulisan teks yang warnanya sama dengan warna background sehingga pengunjung tidak dapat membacanya. Hal-hal semacam ini tujuannya tidak lain untuk mengecoh crawler.

Untuk mengatasi masalah ini, search engine menggunakan faktor eksternal sebagai acuan relevansi antara content website dan keyword. Faktor yang
dimaksud adalah link popularity, yaitu banyaknya link dari website lain yang mengarah ke website Anda. Kita ambil contoh situs IlmuKomputer.com. Karena isinya yang menarik dan bermanfaat, maka banyak pemilik website lain yang memasang link mengarah ke IlmuKomputer.com, kita anggap saja jumlahnya 100 link. Karena 100 link ini berasal dari luar domain IlmuKomputer.com, maka nilai link inilah yang diperhitungkan oleh search engine. Semakin banyak link dari luar, berarti nilai link popularity-nya semakin besar. Menurut anggapan search engine, semakin banyak sebuah website di-link, semakin baik pula content yang dimiliki.

Link popularity sudah umum dipakai acuan oleh search engine. Salah satu pelopornya adalah Google yang saat ini menjangkau lebih dari 70% pengguna internet di seluruh dunia. Oleh Google, teknologi ini mereka sebut PageRank. Anda bisa melihat nilai PageRank sebuah website dengan menginstall Google Toolbar yang ada di : http://toolbar.google.com (saat ini hanya untuk browser Internet Explorer dan Firefox). PageRank ditunjukkan oleh bar berwarna hijau dengan nilai antara 0 - 10. Semakin besar nilai PageRank suatu situs, semakin baik pulaposisinya di Google.

Namun perhitungan link popularity tidak hanya melihat kuantitas semata, melainkan kualitas link juga sangat diperhitungkan. Contohnya jika website Anda di-link oleh Yahoo, nilai link popularity-nya bisa lebih besar daripada di-link oleh 100 website pribadi. Dan sekali lagi, Google menganggap link dari sebuah website dengan nilai PageRank 8 jauh lebih baik dari 5 website yang hanya memiliki PageRank 1.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengumpulkan link untuk website Anda ? Secara alami link akan didapat jika website Anda memiliki sesuatu yang berguna bagi pengunjung. Jika kita hendak memasang link ke website lain, tentu kita ingin menunjukkan suatu informasi untuk pengunjung situs kita. Tidak mungkin memasang link hanya untuk iseng, atau tanpa tujuan. Contohnya, jika Anda memiliki sebuah toko online dengan produk kamera digital, hendaknya Anda tidak hanya menampilkan informasi mengenai harga dan kemampuan produk saja. Buatlah halaman khusus yang berisi tips & trik untuk merawat kamera misalnya. Tentu informasi seperti ini akan sangat berguna bagi pengunjung Anda.

Cara kedua dengan melakukan barter link (link exchange) secara manual. Anda bisa menghubungi webmaster dari situs-situs yang memiliki informasi berkaitan dengan website Anda. Tawarkan kepada mereka kerjasama melalui barter link, dan terangkan apa keuntungan yang akan mereka dapat. Jika Anda bingung mencari partner, Anda bisa memanfaatkan Google untuk melacak link yang mengarah ke website pesaing. Caranya ketik link: diikuti dengan nama domain yang dicari. Contoh link:www.ilmukomputer.com, maka Google akan menampilkan link-link dari website lain yang mengarah ke IlmuKomputer.com. Masih berkaitan dengan link, tidak semua jenis link bisa meningkatkan link popularity. Link yang diperhitungkan adalah link standar dengan menggunakan tag . Contohnya :
Situs Ilmu Komputer Indonesia
Pada contoh diatas, kalimat "Situs Ilmu Komputer Indonesia" juga diperhitungkan, sehingga dalam kasus ini situs IlmuKomputer.com memiliki peluang besar untuk keyword "ilmu komputer" atau "Situs Ilmu Komputer" dan juga "Situs Komputer Indonesia". Sedangkan link seperti contoh dibawah ini tidak akan berguna, sebab bersifat redirect :
Situs
Ilmu Komputer Indonesia


Kesimpulan
Dengan memadukan faktor internal dan eksternal diatas, maka proses SEO bisa dipastikan akan berjalan dengan baik. Namun kesabaran Anda tetap dibutuhkan sebab dalam dunia SEO tidak ada proses instan, semuanya memerlukan waktu dan kerja keras. Kita hanya bisa membuat perkiraan mengenai cara kerja search engine secara teknis, sedangkan secara pasti hanya Google atau AllTheWeb yang tahu. Mereka tidak akan membocorkan rahasia dapur kepada publik.
Sumber : IlmuKomputer.com

AYAT SUCI AL QURAN DALAM KROMOSOM MANUSIA

OLEH: IYUS YOSEP
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Al Qur'an dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas- kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci. Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat "Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi.Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: "...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..." Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran". Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa" yang memiliki makna "Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah: “ Afala tafakaruun “ (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?). Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Al Qur'an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama "Bismillah ir Rahman ir Rahiim. "Iqra bismirrabbika ladzi Khalq", "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat.Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran. Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: "Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin. Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan. Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial. Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam. Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut : "Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. "Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia. Dari bahtera menuju Islam Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Qur'an yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Qur'an Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antar-keduanya dinding dan batas yang menghalang" (QS Al-Furqon: 53). Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa ayat suci Alquran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi, Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan Unpad" edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak ayat-ayat Al Qur'an yang menerangkan fenomena evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan Mahatinggi ilmunya.

Thursday, March 27, 2008

Pengabdi Teguh dan Tulus

Citra Anshor Baitul Amin - Dalam pentas sejarah Islam, kelompok Anshar memegang peranan penting dalam menunjang tegaknya kejayaan Islam. Mereka adalah penduduk Madinah yang memberi bantuan dan pertolongan dengan penuh keikhlasan kepada Rasulullah saw dan para sahabat beliau yang hijrah dari Mekah ke Madinah. Berkat bimbingan dan kebijaksanaan Rasulullah SAW, kedua kelompok ini yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar terikat tali persaudaraan seiman yang terkadang lebih erat dari ikatan saudara sekandung.

Dan mereka -kaum Muhajirin dan Anshor ini- dianggap sebagai perintis perkembangan Al Islam yang mendapat penghargaan tinggi Allah swt dan RasulNya
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. At Taubah/9: 100)

Betapa kasih-sayang dan loyalnya Rasulullah saw kepada kaum Anshar dapat kita simak dari peristiwa mengharukan ini.Tak berapa lama setelah kota suci Makkah ditaklukkan oleh kaum muslimin, terjadilah Perang Hunain yang dahsyat. Walaupun mula-mula kaum muslimin hampir kalah, tetapi berkat keberanian Rasulullah saw perang tersebut dimenangkan kaum muslimin. Banyak sekali harta rampasan yang diperoleh, dan hampir sebagian besar harta itu dibagi-bagikan oleh Rasulullah saw kepada penduduk Makkah yang baru saja masuk Islam. Melihat hal itu ada suara-suara sumbang di kalangan kaum Anshar yakni orang-orang Madinah yang sejak awal mendukung Islam, kira-kira begini: “Nabi Muhammad telah bertemu kembali dengan keluarganya”. Rupanya ucapan itu sampai juga kepada Rasulullah saw yang segera meminta seluruh kaum Anshar berkumpul di sebuah lapangan.

Di hadapan mereka Rasulullah saw bersabda: “Wahai saudara-saudaraku kaum Anshar, aku telah mendengar sesuatu mengenai kejadian hari ini. Sebelum aku memberi penjelasan, aku ingin terlebih dahulu bertanya kepada saudara-saudara sekalian, bukankah aku mendatangi kalian waktu kalian ada dalam keadaan sesat dari jalan kebenaran? Juga tidakkah aku datang kepada kalian waktu kalian sedang saling bermusuhan satu sama lain?”. Hening tak ada yang menjawab, sehingga Rasulullah bertanya lagi: “Mengapa tak ada seorang pun yang menjawab? Jawablah”. Mereka menjawab: “Memang benar demikian ya Rasulullah”. Rasulullah berkata kembali: “Jawablah yang jujur, saudara-saudara”. “Apa lagi yang harus kami jawab, ya Rasulullah?” jawab mereka. Rasulullah SAW bersabda: “Sebenarnya kalau kalian mau, kalian akan menjawab begini ‘Hai Muhammad, bukankah engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan oleh kaummu, sedangkan kami sepenuhnya mempercayaimu? Tidakkah engkau datang dalam keadaan terusir, dan kami menerimamu dengan ikhlas? Dan dalam keadaan tanpa pembela, bukankah kami pembelamu?’ Kalaupun kalian mengatakan seperti itu, pasti semua orang akan membenarkan. Sekarang pantaskah kalian merasa sedih karena melihat aku membagi-bagikan harta rampasan kepada orang-orang yang baru saja menerima Islam? Padahal aku yakin bahwa kalian adalah orang-orang yang telah teguh dan mantap imannya.

Tidakkah kalian puas melihat orang-orang yang baru beriman itu pulang ke kampung halaman mereka dengan membawa unta dan kambing, padahal kalian pulang ke Madinah dengan membawa pribadi Rasulullah saw? Demi Allah, sekali pun tidak karena Hijrah pasti aku akan menjadi orang Anshar. Dan andaikata semua orang menempuh suatu jalan tertentu dan kaum Anshar menempuh jalan yang lain, niscaya aku, Muhammad, akan menempuh jalan yang dilalui kaum Anshar”. Setelah bersabda demikian, Rasulullah SAW lalu berdo’a: “Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada kaum Anshar, sekaligus kepada anak-anak dan cucu-cucu kaum Anshar”. Mendengar itu meraunglah semua kaum Anshar sehingga basah wajah mereka dengan air mata, kemudian berkata: “Kami ridla, ya Rasul, dengan engkau yang menjadi bagian kami dan marilah bersama kami pulang ke Madinah”. Dan memang benar, Rasulullah saw memenuhi janji beliau. Beliau kembali bersama kaum Anshar pulang ke Madinah dan wafat di sana.

Itulah kaum Anshar yang sangat berbahagia mendapatkan kurnia ridha Ilahi dan kasih-sayang RasulNya, karena mereka telah menerima, mendukung dan membantu Rasulullah saw berjuang menegakkan Kalimah Tauhid “La ilaha ilallah Muhammadar Rasulullah”.
Kelompok Anshar masa kiniBagaimana dengan kelompok Anshar masa kini yang bertugas di surau-surau kita yang juga membantu dan mendukung perjuangan Al Mursyid sebagai Al ‘Ulama waritsatul anbiya dengan misinya menegakkan panji-panji keagungan Kalimatulahil hyial ‘Ulya serta menanamkan Dzikrullah di hati sanubari pribadi-pribadi dan masyarakat? Tentu saja hukumnya sama, mereka Insya Allah mendapat ridha Ilahi dan syafaat Rasulullah saw serta kasih sayang Al Mursyid. Yang berbeda adalah masanya, tetapi misinya tetap sama yaitu membantu dan mendukung lancarnya mengembangkan dzikrullah dalam rangka pemahaman Islam secara keseluruhan (kaffah) guna meraih tujuan Ilahi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi. Mungkin yang perlu dilakukan sekarang adalah meningkatkan kualitas ke-anshar-an para anshar masa kini dalam hal kompetensi dan karakter mereka agar Insya Allah menjadi pengabdi yang teguh dan tulus.

Kompetensi dan Pribadi KompetenSaat ini di lingkungan industri, perusahaan dan organisasi masalah kompetensi menjadi tema yang paling banyak dibahas, karena makin disadari perlunya pribadi-pribadi berkemampuan tinggi yang dianggap merupakan unsur penting dalam meraih kesuksesan di berbagai bidang. Pribadi yang kompeten selalu produktif dan memberi kemanfaatan yang besar bagi dirinya dan lingkungannya serta menebarkannya ke sekitarnya. Mereka adalah profesional dalam bidangnya dan diharapkan akan menjadi pemimpin tangguh menghadapi berbagai kendala hidup serta menjadi teladan orang banyak menuju kehidupan yang lebih baik. Lebih-lebih saat persaingan makin tajam seperti sekarang masalah kompetensi menjadi mencuat. Pribadi dengan kompetensi tinggi memiliki etos kerja, sikap dan cara kerja yang baik, senang memberikan pelayanan prima, menyebarkan hal-hal bermanfaat ke sekitarnya serta selalu berusaha meningkatkan kualitas kerjanya sehingga benar-benar menjadi pakar dalam bidang pekerjaanya.

Etos KerjaAda beberapa asas yang berkaitan dengan etos kerja seorang pribadi dengan kompetensi tinggi, a.l. :
Asas Tindakan. Pribadi dengan kompetensi tinggi tak pernah menunda-nunda pekerjaan. Mottonya “Lakukan sekarang. Jangan tunda-tunda”. Mereka menyadari bahwa memulai pekerjaan apa pun tidak mudah, oleh karena itu mereka tak pernah menunggu waktu yang tepat, tetapi selalu mengatakan “Inilah saatnya yang terbaik melakukannya, bukan nanti atau besok“.Orang-orang sukses adalah mereka yang menghargai waktu dengan bertindak cepat merebut peluang dan tak pernah menunda kesempatan. Para anshar Baitul Amin diharapkan dapat menerapkan asas ini.

Asas Antusias. Mencurahkan segenap daya dan upaya terhadap setiap kegiatan yang sedang dilakukan. Antusiasme memancarkan semangat dan semangat akan mempercepat diraihnya hal-hal yang besar. Antusias sebenarnya merupakan sikap mental dan cara hidup yang terpancar dari wajah, sinar mata, cara bicara dan gerak gerik yang penuh semangat. Mengapa semangat ? Karena kita mencintai pekerjaan kita dan pekerjaan itu bermakna bagi kita. Antusiasme sulit untuk diajarkan tetapi dapat diteladankan. Seorang kompeten yang antusias akan menarik orang-orang lain untuk bersemangat. Dan anshar Baitul Amin memiliki gairah dan semangat kerja ini.

Asas Disiplin Diri: melakukan apa seharusnya dilakukan, terlepas dari senang atau tidaknya kita melakukan pekerjaan itu. Disiplin diri merupakan kebiasaan yang dimulai sejak kecil, walaupun sebenarnya dapat juga dilatih dengan jalan melakukan hal-hal tertentu terus menerus untuk waktu yang lama. Sifat pribadi kompeten adalah disiplin. Dan para anshar Baitul Amin sudah terkenal tinggi disiplin kerjanya.
Asas Kegigihan. Melakukan sesuatu tugas terus menerus sampai tuntas sekalipun mengalami rintangan dan penolakan. Persistensi adalah ketekunan dan kegigihan serta sikap pantang menyerah. Anda kenal Kolonel Sanders ? Ia memiliki resep ayam goreng istimewa yang ia tawarkan ke setiap restoran dan mengalami penolakan 1008 kali. Ia baru berhasil waktu ia menawarkan ke 1009 kalinya. Bayangkan andaikata ia berhenti pada penolakan ke 1008 kali itu pasti kita semua tidak akan merasakan nikmatnya ayam goreng Kentucky. Dan para anshar Baitul Amin memiliki kegigihan seperti Kolonel Sanders

Sikap kerja Pribadi kompeten selalu bersikap positif terhadap pekerjaan dan tugas-tugasnya. Ia menyadari pentingnya pekerjaannya dalam keseluruhan kegiatan organisasi. Ia mencintai pekerjaannya dan bangga atas pekerjan yang diembannya. Ia bekerja tidak hanya untuk uang, tetapi sadar akan misi kerjanya. Seorang petugas kebersihan yang kompeten, misalnya tidak hanya melakukan tugas membersihkan lingkungan semata-mata, tetapi ia sendiri menyukai kebersihan dan menyadari betapa kotornya lingkungan itu apabila ia tidak melakukan tugasnya dengan baik. Bertanggungjawab terhadap tugas adalah sikap kerja pribadi kompeten. Dan para anshar Baitul Amin memiliki misi dan visi membantu tujuan kesurauan yaitu menegakkan panji-panji kebesaran Kalimatullahil Hyial Ulya.

Perbaikan kerjaPribadi kompeten senantiasa berupaya secara sengaja meningkatkan kemampuan, ketrampilan dan cara kerjanya menjadi makin baik. Ia bekerja sebaik-baiknya melatih diri untuk menguasai (mastering) bidang kerjanya, sehingga tanpa terasa ia menjadi pakar dalam bidang itu. Banyak diantara para anshar Baitul Amin yang menjadi pakar dalam bidangnya setara dengan pakar-pakar berpengalaman lulusan perguruan tinggi.

PelayananPelayanan atau service adalah usaha untuk membantu, memfasilitasi dan mempermudah terlaksananya suatu tujuan. Seorang tamu yang ingin bertemu petugas pengobatan misalnya, ditunjukkan dengan santun dan diantar sampai bertemu dengan petugas yang ingin dijumpainya. Para anshar Baitul Amin yang kompeten senang memberikan pelayanan kepada siapa pun dengan sebaik-baiknya sebagai wujud dari amal shaleh. Tentu hal ini dilakukan dengan cara yang santun dan wajah yang jernih, karena sadar betapa besar pengaruh keramah-tamahan pada citra surau dan warganya.
Menyebarkan hal-hal bermanfaatPribadi kompeten selalu ingin berbagi pengalaman positif dengan orang-orang sekitarnya. Kalau mereka mendapatkan hal-hal bermanfaat, mereka tak “pelit” untuk berbagi dengan orang-orang lain. Di lingkungan surau kita hal ini termasuk dakwah yakni menyampaikan “berita baik” mengenai kemuliaan Dzikrullah. Dan para anshar Baitul Amin sebenarnya mengemban juga fungsi da’i thariqatullah disamping tugas-tugas yang ditentukan.

Itulah beberapa karakteristik pribadi kompeten yang bila berhasil diwujudkan akan sangat baik dampaknya pada citra surau dan warga surau serta kegiatan-kegiatan peribadahan surau kita. Cukupkah para anshar Baitul Amin hanya dengan memiliki kompetensi tinggi dapat berfungsi sebagai pengabdi yang teguh dan tulus? Jawabannya: Tidak. Kompetensi dan karakter ibarat dua muka dari sebuah mata uang logam. Artinya kompetensi dan karakter harus sama-sama dikembangkan. Karakter yang baik tanpa kompetensi tinggi menggambarkan orang saleh tetapi kurang berdaya dan berjaya. Sebaliknya pribadi dengan kompetensi tinggi tetapi karakternya buruk adalah orang pandai dengan moral buruk. Orang seperti itu bisa menjadi kasar dan arogan. Pengabdi yang teguh dan tulus memiliki kompetensi yang tinggi dan karakter terpuji.

Karakter Pengabdi yang tulusKarakter adalah aspek kepribadian dimana kita dapat memberikan penilaian baik dan buruk mengenai moral seseorang. Karakter berkaitan dengan penilaian baik-buruknya tingkah laku seseorang yang didasari oleh bermacam-macam nilai sosial-budaya sebagai tolok ukur penilaian. Misalnya prestasi (kerja atau akademik), kebahagiaan, kemanfataan, kebebasan pribadi, aktualisasi potensi dan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Agama Islam memasukkan karakter pada Akhlak yang meliputi pribadi yang berakhlak, tipe-tipe akhlak manusia, tolok ukur akhlak, proses pendidikan akhlak, sifat-sifat dan perbuatan akhlaki. Dan tolok ukur akhlak dalam ajaran Islam adalah sejauhmana seseorang mau menerima risalah Islam yang dibawa Rasulullah saw.

S. Mujtaba dalam bukunya “73 Golongan Sesat & Selamat: Uraian Karakter-karakter Manusia di dalam Al Qur’an” menyebutkan 38 golongan selamat dan 35 golongan zalim berdasarkan baik dan buruknya akhlak mereka. Para anshar yang benar-benar mengabdi dengan tulus dan serius termasuk dalam bermacam-mcam karakter kebaikan, seperti Ansharullah (pembela Agama Allah), Zakirunallah (orang-orang yang selalu ingat kepada Allah), Muhsinun (orang-orang yang berbuat baik), dan sebagainya. Tetapi yang jelas Rasulullah saw memasukkannya kedalam tiga dari 7 golongan yang mendapat lindungan Allah SWT pada Hari Kiamat dimana tak ada perlindungan lainnya selain lindunganNya. Dalam hal ini para anshar termasuk “orang-orang yang hatinya selalu terkait pada mesjid-mesjid” dan “anak-anak muda usia yang tumbuh dan beribadah kepada Allah” dan “orang-orang yang berdzikir di tempat sunyi dan basah wajahnya dengan air mata”. Alhamdulillah

Gambaran umum mengenai Akhlak Berbicara mengenai karakter sebenarnya berbicara mengenai akhlak. Dan akhlak adalah pilar utama agama Islam disamping akidah dan syari’ah. Demikian pentingnya akhlak ini sehingga dikatakan bahwa misi utama Rasulullah saw adalah menyempurnakan akhlak manusia.“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak” ujar beliau. Beliau sendiri adalah teladan sempurna bagi seluruh manusia (Uswatun Hasanah) dan dimasyhurkan memiliki “akhlak al-Qur’an serta mendapat predikat “Rahmatan lil ‘Alamin” (Memancarkan rahmat bagi seluruh universe). Dan Allah swt memberikan pujian tinggi kepada beliau:“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad ) memiliki akhlak yang tinggi” (QS. Al-Qalam/68: 4).

Akhlak adalah kekayaan batin manusia yang membedakannya dari mahluk-mahluk lain, terutama hewan. Melalui akhlaknya manusia dapat dinilai baik atau buruk, dan hanya manusia pula yang dituntut berakhlak baik dan mencegah diri dari akhlak yang buruk. Akhlak menunjukkan apa yang sebaiknya kita lakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Dalam ajaran Islam, akhlak sangat luas cakupannya dan meliputi seluruh kegiatan hidup manusia yang meliputi: a) Akhlak terhadap Allah dan RasulNya, b) Akhlak terhadap sesama manusia, c) Akhlak terhadap diri sendiri, d) Akhlak terhadap sesama makhluk. Akhlak pun terbagi pula atas Akhlak terpuji (Akhlaq al Mahmudah) dan Akhlak tercela (Akhlaq al Mazmummah). Contoh akhlak terpuji adalah: Jernih muka (Aniesatun), Jujur (Al Amaanah), Pemaaf (Al ‘Afwu), Kuat mental (‘Izzatun Nafsi), dan Berani (Al Syaja’ah). Sedangkan akhlak tercela contohnya adalah: Hianat (Al Khinayah), Cari muka (Al Riyaa), Pendendam (Al Hiqdu), Nyolong (Al Sirqah) dan Bunuh diri (Al Intihaar). Dan baik buruknya akhlak seseorang dapat menimbulkan dampak baik atau buruk pada diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Dalam rangka peningkatan kualitas pengabdian para anshar pembahasan ini dibatasi pada tinjauan psikologi mengenai kompetensi dan karakter dalam artian mengajukan asas-asas pengembangan karakter terpuji dan kompetensi tinggi.
Akhlak Anshariyah Anshar di surau (Pos, IOP) mana pun ia bertugas adalah ujung tombak tempat peramalan. Artinya, orang-orang yang masuk ke wilayah surau biasanya akan lebih sering berjumpa dulu dengan para anshar. Bagaimana persepsi orang-orang terhadap tempat wirid dan aktivitas-aktivitasnya, bahkan peribadatannya, banyak ditentukan oleh kesan pertama saat mereka berjumpa dengan para anshar. Itulah yang senantiasa harus disadari oleh para anshar. Ada beberapa hal praktis yang perlu diupayakan dalam menimbulkan kesan pertama yang baik

a). Penampilan, dalam hal ini cara berpakaian dan kerapihannya. Pakaian tidak usah baru, tetapi rapi dan bersih. Demikian pula rambut perlu disir rapi dan badanpun jangan menimbulkan “aroma yang mengganggu lingkungan”. An nahaafah adalah akhlak yang berkaitan dengan kebersihan badan, tempat tinggal, kebersihan rambut, kuku, mulut, hidung, telinga dan seluruh tubuh. Betapa akhlak islami memekankan kebersihan dan kerapihan.

b). Wajah jernih. Wajah jernih dan berseri serta enak dipandang (Aniesatun). tidak ada hubungannya dengan ketampanan dan kecantikan seseorang. Apalagi kalau dihiasi dengan senyuman tulus sebagai hiasan wajah dan cerminan hati yang lapang. Pribadi demikian pasti lebih disenangi (al aliefah) ketimbang yang judes uring-uringan (al ghadhab).

c). Sifat-sifat pribadi. Sifat jujur dan dapat dipercaya (al amaanah), baik hati (al khairu), dan berbuat kebajikan (al ihsaan), sabar (ash shabru), berani (asy syaja’ah) dan berjiwa teguh (‘izzatun nafsi), menahan diri dari berbuat maksiat (al hilmu) dan merasa cukup dengan apa yang ada (qana’ah) adalah antara lain sifat-sifat pribadi yang perlu dimiliki para anshar.

d). Sifat-sifat sosial. Menghormati tamu (adh dhiyaafah), kerjasama dan saling menolong (at ta’aawun), membina persaudaraan (al ikhaa’u), mudah memberi maaf (al khufraan). Pribadi demikian pasti tidak sulit menjalin silaturahmi dengan siapa pun.

e). Sifat-sifat spiritual. Puncak sifat-sifat ruhaniah adalah cinta kepada Allah dan RasulNya serta para ulama pewaris Nabi. Pengembangan sifat-sifat ini menjadi kajian dan lahan Thariqatullah.

Pengembangan Akhlakul Karimah Menurut Imam Al Ghazali, pengembangan pribadi pada hakikatnya adalah perbaikan ahlak, dalam artian menumbuh-kembangkan sifat-sifat terpuji (mahmudah) dan sekaligus menghilangkan sifat-sifat tercela (mazmumah) pada diri seseorang. Ahlak manusia benar-benar dapat diperbaiki, bahkan sangat dianjurkan sesuai sabda Rasulullah saw “Upayakan ahlak kalian menjadi baik” (Hassinuu akhlaqakum), sekalipun harus diakui bahwa usaha ini tidak mudah sehubungan dengan perbedaan taraf kesediaan setiap orang untuk memperbaiki diri. Al Ghazali menaruh perhatian besar pada masalah ahlak serta mengemukakan berbagai cara perbaikan ahlak.
Metode peningkatan ahlak yang beliau ungkapkan dalam berbagai buku beliau, dapat dikelompokkan atas tiga ragam metode yang berkaitan satu dengan lainnya yang oleh penulis makalah ini dinamakan:

a. Metode Taat Syari’at. Metode ini berupa pembenahan diri, yakni membiasakan diri dalam hidup sehari-hari untuk berusaha semampunya melakukan kebajikan dan hal-hal bermanfaat sesuai dengan ketentuan syari’at, aturan-aturabn negara, dan norma-norma kehidupan bermasyarakat. Disamping itu berusaha untuk menjauhi hal-hal yang dilarang syara’ dan aturan-aturan yang berlaku. Metode ini sederhana dan alami yang dapat dilakukan oleh siapa saja dalam kehidupan sehari-hari.

b. Metode Pengembangan Diri. Metode yang bercorak psiko-edukatif ini didasari oleh kesadaran atas kekuatan dan kelemahan diri yang kemudian melahirkan keinginan untuk meningkatkan sifat-sufat baik dan menghilangkan sifat-sifat buruk. Dalam pelaksanaannya dilakukan pula proses pembiasaan (conditioning) seperti pada “Metode Taat Syari’at” ditambah dengan upaya untuk meneladani perbuatan dari orang-orang lain yang dikagumi. Membiasakan diri dengan cara hidup seperti ini kalau dilakukan secara konsisten akan berkembang tanpa terasa kebiasaan-kebiasaan dan sifat-sifat terpuji yang terungkap dalam kehidupan pribadi dan dalam kehidupan bermasyarakat.

c. Metode Kesufian. Metode ini bercorak spiritual-religius dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pribadi mendekati citra insan ideal (kamil). Pelatihan disiplin diri ini menurut Al Ghazali dilakukan melalui dua jalan yakni al-mujaahadah dan al-riyaadhah. Al Mujaahadah adalah usaha serius untuk menghilangkan segala hambatan pribadi (harta, kemegahan, taklid, maksiat). Al-riyaadhah adalah latihan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan jalan mengintensifkan kualitas ibadah. Kegiatan sufistik ini berlangsung dibawah bimbingan seorang Guru yang benar-benar berkualitas dalam hal ilmu, kemampuan dan wewenangnya sebagai Mursyid.

Diantara ketiga metode tersebut, metode kesufian dianggap tertinggi oleh Al Ghazali dalam proses peningkatan derajat keruhanian, khususnya dalam meraih ahlak terpuji. Untuk keperluan pendidikan dan pelatihan pengembangan ahlak terpuji (akhlakul karimah) ketiga metode yang diungkapkan Al Ghazali dapat dimodifikasi menjadi empat cara mengembangkan Akhlakul Karimah, yaitu:

- Pembiasaan: membiasakan diri berbuat kebaikan dan menghindari keburukan. Proses pembiasaan (conditioning) akan menjelmakan kebiasaan (habit) dan kebisaan (ability), dan akhirnya akan menjadi terperangai dalam sifat-sifat pribadi (personal traits).
- Pemahaman, Penghayatan dan Penerapan: lebih dahulu mencoba memahami arti dari suatu perilaku yang baik, kemudian mendalaminya dan menjiwainya, lalu secara sengaja menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini adalah cara yang lazim digunakan dalam pendidikan orang dewasa.
- Peneladanan: menyontoh tokoh-tokoh yang dikagumi (kebaikannya) untuk mengambil sikap-sikap atau nilai-nilai yang dikaguminya. Proses ini disebut proses identifikasi, yang syarat utamanya adalah harus mengenal tokoh identifikasinya. Dalam ilmu akhlak banyak sekali ditampilkan contoh-contoh perilaku terpuji dari tokoh-tokoh tertentu, dengan harapan dapat menimbulkan motifasi untuk mencontoh dan meneladaninya. Teladan yang paling baik dalam Islam adalah pribadi Nabi Muhammad SAW yang dimasyhurkan sebagai “Uswatun Hasanah” yakni suri teladan terbaik bagi manusia.
- Ibadah: ibadah dalam artian khusus (misalnya shalat, puasa, dsb) dan ibadah dalam artian umum (berbuat kebajikan karena Allah SWT) secara sadar atau tidak sadar akan mengembangkan akhlak yang baik dan menghilangkan/mengurangi akhlak yang buruk. Dan inti dari ibadah adalah Dzikrullah.
“Sesungguhnya shalat itu mencegah (manusia) dari perbuatan keji dan buruk; dan sesungguhnya ingat kepada Allah SWT itu merupakan (kekuatan) yang paling akbar”. (QS. al-Ankabut/29 : 45).
“Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat: ‘Maukah kalian aku kabarkan tentang sebaik-baiknya amalan yang amat suci disisi Allah SWT, yang meninggikan derajatmu ke tingkat yang tertinggi, yang lebih mulia dari pada menafkahkan emas dan perak (di jalan Allah SWT), yang lebih utama dari pada menghadapi musuh di tengah-tengah medan jihad di mana kalian tanggalkan leher musuh atau mereka tanggalkan leher kalian?’. Para sahabat menjawab: ‘Mau ya Rasulullah SAW. ‘Apakah itu?’ sabda Rasulullah SAW: “Dzikrullah”.

Itulah sekelumit contoh betapa ibadah dapat meningkatkan derajat akhlak manusia.

RANGKUMAN

Sekalipun masanya berbeda lebih dari 1400 tahun, kaum Anshar pada jaman Rasulullah saw dengan kelompok Anshar masa kemursyidan saat ini misinya tetap sama yaitu membantu, mendukung, mengurus, mempermudah, memfasilitasi tegak panji-panji kebesaran Kalimah Allah dan mengembangkan akhlakul karimah. Anshar masa kini adalah avant garde atau ujung tombak tempat-tempat peramalan dzikrullah. Sebuah perjuangan memerlukan dukungan semua pihak, terutama mereka yang memiliki komitmen kuat dan berkemampuan tinggi serta berakhlak mulia, antara lain para anshar yang tinggi kompetensi dan karakternya.

Apa yang terjadi kalau para anshar di surau-surau kita kemampuan dan ketrampilan kerjanya rendah, malas, cepat tersinggung dan arogan? Sebaliknya apa jadinya kalau para anshar ini menunjukkan kemampuan dan ketrampilan tinggi, bertanggungjawab atas tugas-tugas yang mereka emban, jujur, ramah dan amanah sifatnya, selalu berpikir positif, dan mampu memberikan pelayan optimal pada para jamaah dzikrullah? Tentu besar sekali perbedaannya pada perkembangan surau kita..

Untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta mengembangkan kualitas kepribadian para anshar, kompetensi dan karakter harus sama-sama dikembangkan. Pengembangan kompetensi dan karakter yang dilakukan dengan penuh kesungguhan dalam arahan yang tepat dan lingkungan kondusif diharapkan akan menjelmakan para anshar sebagai para pengabdi yang teguh dan tulus. Mereka Insya Allah akan berperan dalam mendukung misi kesurauan kita.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Wednesday, March 26, 2008

Menjadi Pribadi unggul

Ini bukan dongeng. Ini adalah kisah nyata tentang sosok manusia unggul bernama Muhammad Yunus, diangkat Stephen R Covey (2004) dalam buku terbarunya, The 8th Habit: From Effectiveness to Greateness, sekadar untuk memberi gambaran sekaligus peta jalan kepada siapa saja, apalagi para pemimpin dan bahkan organisasi dalam mengatasi berbagai turbulensi yang dihadapinya.
Begini cerita singkatnya. Dengan berbekal pengetahuan yang dimilikinya, Yunus mengajar mata kuliah ekonomi di salah satu universitas di Bangladesh yang pada waktu itu, sekira 25 tahun yang lalu, sedang dilanda bencana kelaparan. Suatu saat setelah ia memberi kuliah dengan teorinya yang muluk-muluk dan dengan semangatnya yang menggebu sebagai seorang doktor yang baru lulus dari Amerika Serikat, ia keluar dari ruang kelas dan langsung melihat banyak kerangka hidup berkeliaran di sekelilingnya yang tidak lain adalah orang-orang yang sedang sekarat tinggal menunggu ajalnya.
Itulah kondisi riil yang membuat jiwa Yunus terpangil. Yunus merasakan bahwa apa pun teori yang ia pelajari, apa pun materi kuliah yang ia berikan di kelas, waktu itu diangapnya hanya sebagai sebuah khayalan karena tak memiliki arti bagi kehidupan orang-orang yang sedang menderita kelaparan. Di situlah Yunus pertama kali menemukan "suara jiwa"-nya yang kemudian menjadikan dirinya sebagai manusia sekaligus pemimpin unggul, hebat, besar - great.
Melalui panggilan spiritualitasnya itu, akhirnya Yunus mulai belajar untuk mengetahui kehidupan orang-orang kampung yang tinggal di sekitar kampusnya. Tidak sampai di situ, ia pun punya maksud ingin mengetahui apakah ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan sesama dari kematian, walaupun hanya untuk satu orang. Dan pada saat itulah, dengan uang yang dimilikinya, untuk pertama kalinya Yunus memberikan bantuan modal kepada seorang ibu pembuat dingklik bambu, dan ternyata berhasil. "Nurani saya gemuruh", demikian ungkapan Yunus ketika mengetahui bahwa lebih banyak lagi penduduk miskin yang untuk memperoleh modal dua puluh sen pun tidak mampu.
Karena semakin lama semakin banyak yang meminta uluran tangannya, akhirnya Yunus berupaya untuk bisa meminjam uang dari bank yang ada di kampusnya. Yang pertama ia lakukan adalah, bagaimana meyakinkan pihak bank bahwa orang miskin di desanya mampu mengembalikan uang pinjamannya, sebuah upaya yang saat itu dianggap mustahil karena berseberangan dengan kelaziman bank yang tabu memberikan bantuan pinjaman kepada rakyat miskin.
Namun dengan modal kepercayaan yang dimilikinya, dengan kreativitas dan ketangguhan yang dimilikinya, Yunus akhirnya berhasil meyakinkan pihak bank. Lebih jauh lagi, bahwa apa saja yang dijanjikan Yunus kepada pihak bank ternyata juga bisa dibuktikan karena semua pengusaha kecil yang diberi pinjaman ternyata sanggup mengembalikan uang yang dipinjamnya.
Dari situlah semakin banyak pengusaha kecil yang meminta bantuan Yunus. Tidak saja dari satu atau dua desa, tetapi berkembang menjadi ratusan desa. Kondisi itulah pula yang kemudian mengilhami berdirinya Grameen Bank yang ia dirikan pada tanggal 2 Oktober tahun 1983, sebuah bank resmi yang saat ini konon telah beroperasi di 46.000 desa yang ada di Bangladesh, memiliki 1.267 cabang, dan mampu mempekerjakan tidak kurang dari 12.000 personel. Karena keberhasilannya itu pula, Grameen Bank ini konon sudah mampu meminjamkan lebih dari 4,5 miliar dolar Amerika Serikat. Tidak saja bagi pemberdayaan kaum ibu miskin, tetapi juga pemberdayaan kaum pengemis.
Menarik pelajaran
Bagi Covey, Muhammad Yunus merupakan teladan dari sosok manusia dengan pribadi unggul karena telah mampu menemukan "suara (jiwa)"nya (voice) - sering juga disebut "panggilan jiwa", "panggilan hidup" atau "suara kemerdekaan" - yang tak lain adalah makna personal yang unik yakni kebermaknaan yang tersingkap ketika seseorang menghadapi tantangan-tantangan besar, dan yang membuat seseorang sama besarnya dengan tantangan itu. Dalam konteks itu, Yunus berhasil menemukan suara jiwanya yang kemudian melahirkan visinya mengenai dunia tanpa kemiskinan.
Karena berhasil menangkap suara jiwanya yang merupakan anugerah Tuhan sekaligus merupakan potensi tertinggi manusia itu, Yunus mampu merasakan kebutuhan (need) orang-orang yang ada di sekitarnya, dan mampu menanggapi bisikan nuraninya (conscience) untuk berbuat yang terbaik dengan memanfaatkan bakat (talent) dan gairah hidupnya (passion) untuk menjawab banyak kebutuhan orang-orang tadi.
Itulah karakteristik utama dari manusia dengan "pribadi unggul". Mereka tidak saja mampu membangun perilaku efektif melalui 7 aplikasi tujuh kebiasaannya (bersikap proaktif, memulai dengan akhir dalam pikiran, mendahulukan yang utama, berpikir menang, berusaha mengerti terlebih dahulu (pathos) sebelum dimengerti (logos), mewujudkan sinergi dan kebiasaan pembaruan diri) seperti telah diungkap dalam buku sebelumnya - The 7 Habits of Highly Effective People (1989), melainkan melampauinya dengan cara menunjukkan potensi kehebatan yang dimilikinya - greatness.
Itulah inti dari habit ke 8. Dalam bahasa Covey, temuilah suaramu, lalu ilhamilah orang lain untuk menemukan suaranya. Itulah suara jiwa. Itulah pula yang tercermin dalam pribadi manusia bernama Muhammad Yunus dan kebanyakan manusia besar lainnya.
Empat peran
Memang tidak mudah untuk bisa menjadi manusia dengan pribadi unggul. Namun tidak mudah tidak berarti mustahil untuk diwujudkan. Covey mengungkap bahwa untuk bisa menjadi manusia unggul, ada empat peran yang mesti dilakukan seseorang. Keempat peran ini sangat berkait dengan upaya dalam rangka mengilhami orang lain agar bisa menemukan suaranya, menemukan panggilan hidup atau visinya, dan karenanya berkait dengan peran kepemimpinan.
Pertama, adalah peran menjadi panutan, keteladanan atau uswah- hasanah (modeling). Peran ini sangat meniscayakan arti pentingnya setiap orang untuk terlebih dahulu bisa menemukan dulu suara atau panggilan jiwanya, dan kemudian memilih sikap untuk berinisiatif. Covey menyebut peran pertama dan utama ini sebagai "kemudi kecil" (trim-tab) yang mampu menggerakan kemudi besar. Peran ini menjadi sangat penting dalam rangka membangun kepercayaan rakyat yang dipimpinnya.
Kedua, adalah peran untuk menjadi perintis jalan (pathfinding) dengan cara mengarahkan hidup dengan visi. Perwujudan peran ini mesti dimulai dengan diri sendiri, dan baru kemudian mengilhami orang lain untuk melakukan hal yang sama. Itu sebabnya, peran perintisan ini akan mampu menciptakan visi dan nilai-nilai bersama sebagai arah yang akan menunjukaan jalan ke mana para pemimpin dan pengikutnya bergerak, persis seperti yang dilakukan Muhammad Yunus ketika ia akan mendirikan Grameen Bank.
Ketiga, adalah peran penyelaras (aligning). Intinya, bagaimana dengan nilai disiplin yang tinggi seseorang atau pemimpin bisa membangun sekaligus memelihara sebuah sistem, proses atau mekanisme agar tetap mengarah kepada tujuan organisasi yang telah ditentukan. Keempat, adalah peran pemberdayaan (empowering). Intinya, bagaimana membantu orang lain agar bisa menggali dan mengembangkan potensi dirinya, persis seperti yang juga berhasil dilakukan Yunus dalam memberdayakan para pengusaha kecil di negerinya. Kepemimpinan sendiri, tegas Covey, adalah seni untuk memberdayakan.
Itulah empat peran pokok yang mesti dilakukan oleh seorang pemimpin. Covey menggarisbawahi bahwa keempat peran itu mesti dilakukan secara berurutan dalam rangkaian kegiatan atau tindakan yang satu sama lain saling berkaitan. Peran menjadi teladan yang merupakan peran sentral, misalnya, pada dasarnya harus dilakukan sambil melakukan ketiga peran yang lainnya. Jelasnya, menjadi (pemimpin) teladan akan terjadi manakala orang lain bisa melihat secara langsung teladan yang diberikan oleh seorang pemimpin sebagai perintis, penyelaras dan pemberdaya.
Itulah pula sosok pemimpin besar, hebat atau unggul yang dibutuhkan untuk mengelola negeri ini, pada saat ini, yakni pemimpin yang mampu membangunkan gairah atau semangat hidup rakyat yang dipimpinnya karena mereka tidak saja mampu berperilaku efektif, tetapi juga mampu menemukan suara jiwanya dan bisa mengilhami semua rakyat yang dipimpinnya dalam menemukan suara jiwa mereka untuk kemudian bersama-sama bergerak keluar dari berbagai keterbelakangan menuju sebuah bangsa yang dicita-citakan, bangsa yang unggul. Wallahu a'lam bis-shawab.***